CIMAHI EKSPRES – Laga Crystal Palace Vs Zrinjski Mostar untuk leg kedua fase playoff 16 besar Liga Conference 2025/2026 akan tersaji di Stadion Selhurst Park, London, Jumat (27/2) dini hari WIB.
Pelatih Palace, Oliver Glasner, menegaskan timnya enggan sampai memainkan sampai babak adu penalti karena ingin memenangi pertandingan dalam waktu normal.
“Tujuan pertama kami adalah menghindari babak tambahan dan adu penalti. Kami ingin menang pada laga 90 menit,” ujar sosok yang sempat dikaitkan dengan Man United itu, dikutip dari Antara.
Glasner bahkan tak menampik bahwa tak ada persiapan khusus dari The Eagles untuk momen adu penalti, termasuk menentukan eksekutor khusus babak ‘tos-tosan’.
Apabila pertandingan Crystal Palace Vs Zrinjski akhirnya harus menjalani adu penalti, ia mengatakan bakal memilih pemain paling pede dan yang bermain bagus selama 90 menit.
“Namun, kalau di lapangan masih ada Justin Devenny (gelandang Palace-red), saya pastikan dia akan menjadi salah satu penendang. Dia adalah penendang penalti yang bagus,” paparnya.
Hasil seri 1-1 pada leg pertama di kandang Zrinjski Mostar, Bosnia dan Herzegovina mendasari pelatih berkebangsaan Australia itu menyiapkan semua potensi skenario.
Kendati demikian Oliver Glasner memprioritaskan Daniel Munoz cs memenangkan leg kedua dalam 90 menit, terlebih mereka tampil di hadapan dukungan penuh suporternya.
“Kami ingin menang di Selhurst lalu melaju ke babak berikutnya,” tegas dia.
Selain itu, Glasner menyadari kekuatan runner-up sementara Bosnian-Herzegovinian Premier League tersebut yang dinilainya sangat agresif dan punya transisi yang bagus.
Alhasil pelatih berusia 51 tahun itu meminta Palace menjaga keseimbangan permainan, jangan membiarkan Zrinjski melakukan transisi, serta anti-kendor membobardir lini pertahana sang lawan.
“Di samping itu, kami juga harus membuat struktur yang lebih baik ketika kehilangan bola.” Pinta Oliver Glasner.







