Apa Itu Onigiri yang Diduga Jadi Penyebab Keracunan MBG di Cimahi?

CIMAHI EKSPRES – Sejumlah siswa SD dan SMP di Kota Cimahi dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menu yang diduga menjadi pemicu insiden tersebut salah satunya adalah onigiri, makanan berbahan dasar nasi yang populer dari Jepang.

Selain onigiri, makanan lain yang terdapat pada MBG tersebut di antaranya telur rebus, apel, kurma, susu, dan biskuit.

Lantas, apa sebenarnya onigiri yang ada dalam paket MBG penyebab keracunan siswa di Cimahi tersebut?

Onigiri adalah makanan khas Jepang berupa nasi yang dipadatkan dan dibentuk, biasanya segitiga atau bulat.

Selain itu , nasi tersebut lalu diisi dengan berbagai bahan dan dibungkus lembaran rumput laut (nori).

Pada konteks MBG di Cimahi, kabarnya onigiri yang diberikan berisi ayam suwir.

Di negara asalnya, onigiri sering dijadikan bekal sekolah, makanan perjalanan, atau camilan praktis dengan isian beragam seperti ikan tuna mayo, ayam suwir, telur, daging olahan, abon hingga sayuran.

Bahan utama onigiri adalah nasi putih yang dimasak pulen. Dalam penyajiannya, nasi biasanya diberi sedikit garam untuk membantu daya tahan dan cita rasa.

Karena berbahan dasar nasi dan lauk, onigiri tergolong makanan yang cukup sensitif terhadap suhu dan kebersihan. Jika proses pengolahan atau penyimpanannya tidak higienis, risiko kontaminasi bakteri dapat meningkat.

Bagaimana Onigiri Bisa Menyebabkan Keracunan?

Secara umum, makanan apa pun bisa menjadi penyebab keracunan apabila terkontaminasi mikroorganisme berbahaya.

Pada kasus berbahan dasar nasi seperti onigiri, salah satu bakteri yang sering dikaitkan adalah Bacillus cereus.

Bakteri ini dapat berkembang pada nasi yang dimasak lalu didiamkan terlalu lama di suhu ruang, tidak disimpan pada suhu panas atau dingin yang sesuai, terpapar udara terbuka dalam waktu lama, dan diproses dengan tangan tanpa standar kebersihan memadai

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penelusuran dan pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian di Cimahi.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan guna mengidentifikasi apakah terdapat kontaminasi bakteri tertentu.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *