Hadist Tentang Berkumur saat Puasa, Apakah Bisa Batal?

CIMAHI EKSPRES – Berkumur saat sedang puasa masih sering jadi perdebatan, ada yang menyebutnya bisa membatalkan puasa karena memasukkan cairan kedalam mulut, apalagi jika menggunakan obat kumur yang mengandung zat kimia tertentu.

Namun ada juga yang menyebutnya diperbolehkan, selama tidak ada cairan yang tertelan atau sengaja ditelan saat berkumur tersebut.

Jika melihat salah satu hadist yang disebutkan sahabat nabi ‘Amir bin Rabi’ah, dia mengatakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat sering bersiwak dan berkumur-kumur ketika berpuasa.

رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَسْتَاكُ ، وَهُوَ صَائِمٌ مَا لاَ أُحْصِى أَوْ أَعُدُّ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersiwak saat puasa dan jumlahnya tak terhitung.”

Jika demikian, maka berkumur saat puasa diperbolehkan, apalagi didalam siwak mengandung beberapa zat kimia tertentu yang membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Kemudian siwak biasanya dibarengi dengan berkumur-kumur. Maka pasti ada sisa cairan yang menempel di lidah, mukosa mulut dan gigi. Terkadang sisa cairan ini bercampur dengan air ludah dan bisa jadi masuk ke kerongkongan.

Meski demikian hal ini tetap diperbolehkan, sebagaimana difatwakan oleh syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, beliau ditanya,

هل يبطل الصوم باستعمال دواء الغرغرة؟

Apakah menggunakan obat Kumur bisa membatalkan puasa?

Beliau menjawab:

لا يبطل الصوم إذا لم يبتلعه، ولكن لا تفعله إلا إذا دعت الحاجة ولا تفطر به إذا لم يدخل جوفك شيء منه.

Tidak membatalkan puasa jika ia tidak menelannya. Hendaknya ia tidak melakukan kecuali jika ada kebutuhan (berobat). Tidak membatalkan obat kumur tersebut jika tidak masuk sedikitpun ke kerongkongan.

Hal yang sama juga bisa diterapkan dalam penggunaan obat kumur modern. Justru ada manfaat didalamnya.

Beberapa obat kumur mangandung zat kimia tertentu. Misalnya chlorhexidine dan Natrium Fluoride untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan bakteri plak ada juga yang mengandung Alkohol, Eucalyptol %, Mentol, Metil salisilat, Timol dan berbagai zat yang lainnnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *