CIMAHI EKSPRES – BANDUNG– Geliat belanja fesyen di Kota Bandung dipastikan kembali semarak menjelang Hari Raya Idulfitri. Bazar fesyen lokal Trademark Market resmi digelar di Ballroom The Trans Luxury Hotel.
Ada lebih dari 200 brand lokal yang menawarkan beragam produk fesyen dengan harga dan promo menarik pada gelaran Trademark Market 2026.
Event tahunan yang selalu dinanti para pencinta fesyen tersebut berlangsung lebih lama daripada tahun-tahun sebelumnya. Trademark Market digelar selama dua pekan pada 2026, yakni periode 5–8 Maret untuk pekan pertama dan tanggal 12–15 Maret pada pekan kedua.
Menurut CEO Trademark Market, Saira Nisar, bazar ini memang selalu menjadi agenda yang warga Bandung nantikan, khususnya saat Ramadan. Momentum menjelang lebaran dinilai menjadi waktu sempurna bagi masyarakat untuk berburu kebutuhan fesyen.
“Karena sebenarnya ini sudah banyak permintaannya, untuk bikin lebih lama dong. Oke, akhirnya dua minggu ini Trademark berlangsung,” ucap Saira saat opening Trademark Market, Kamis (5/3/2026).
Pengunjung yang datang ke bazar ini, kata dia, tak hanya berasal dari Bandung. Banyak juga pengunjung dari luar kota yang sengaja datang untuk mencari produk fesyen lokal, apalagi banyak keluarga yang kembali ke Bandung saat Ramadan.
Saira menjelaskan kondisi tersebut merupakan salah satu alasan pihak penyelenggara menambah durasi acara, sehingga pengunjung punya lebih banyak waktu untuk berbelanja.
“Orang itu biasanya punya waktu lebih banyak untuk datang dan kami juga penginnya sekarang sudah momen lebaran, banyak banget dari luar Bandung yang balik lagi ke Bandung bersama keluarga, mau belanja, misalnya belanjain keluarganya, bisa datang ke Trademark Bandung,” imbuh dia.
Durasi acara yang lebih panjang pun berdampak pada makin banyaknya jumlah brand yang terlibat. Walau begitu, pihak penyelenggara tetap melakukan proses kurasi untuk menjaga kualitas brand yang tampil.
Saira mengungkapkan, setiap tahun Trademark Market berupaya menghadirkan brand-brand lokal baru yang potensial namun belum banyak dikenal publik. Melalui bazar ini, mereka diharapkan mendapatkan panggung untuk berkembang.
“Sebenarnya kami sudah ada tim kurator sih yang mengkurasi gitu, dan setiap tahun cari brand-brand yang justru belum terlalu dikenal. Kami fokusnya memberi wadah kepada mereka yang akhirnya bisa dilihat dan berkembang. Kami senang banget banyak brand baru,” ungkapnya.
Tidak hanya menawarkan produk hijab atau busana muslim, Trademark Market juga menghadirkan beragam produk fesyen lainnya. Mulai dari sepatu, tas, hingga pakaian anak dan pria turut meramaikan bazar ini.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati sejumlah tenant kuliner yang disediakan, sehingga bisa sekaligus menjadi tempat ngabuburit hingga berbuka puasa bersama keluarga atau teman.
Selama lebih dari 14 tahun digelar, Trademark Market telah menjadi salah satu wadah bagi brand lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Tak hanya sekadar bazar belanja, ajang ini juga menjadi ruang bertemunya kreativitas pelaku industri fesyen lokal.
Ke depannya, Saira memiliki mimpi besar untuk membawa Trademark Market melangkah lebih jauh, bahkan hingga ke pasar internasional.
“Mimpi yang belum tercapai dari dulu, selalu diucapkan kalau Trademark yaitu mau bawa local brand ke luar negeri.” Tutup Saira.













