CIMAHIEKSPRES – Korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi terus bertambah. Hingga, Kamis (26/2/2026) pagi, tercatat sudah ada 43 orang yang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Sebanyak 33 korban terdaftar menjalani perawatan di RSUD Cibabat, sementara lima korban masuk ke RS Mitra Kasih, dan lima lainnya di RS Dustira.
Korban keracunan MBG didominasi oleh peserta didik mulai dari TK, SD, maupun SMP. Bahkan, satu guru terkonfirmasi ikut mengalami gejala keracunan.
“Saat ini, mayoritas korban telah diperbolehkan pulang dan sisanya masih menjalani perawatan maupun observasi di tiga rumah sakit tersebut,” ungkap Wali Kota Cimahi, Ngatiyana di RSUD Cibabat Kota Cimahi, Kamis (26/2/2026).
Ngatiyana mengakui, sejauh ini masih ada korban yang dirawat. Khusus di RSUD Cibabat, Ngatiyana menyebutkan ada 33 pasien yang masuk. 4 orang di antaranya tengah menjalani perawatan.
“22 orang sudah pulang dan 7 orang sedang diobservasi. Di Mitra Kasih masih ada tiga orang dirawat dan dua sudah pulang. Yang di Dustira empat masih dirawat satu sudah pulang,” kata Ngatiyana
“Mudah-mudahan semua tertangani dengan baik, yang dirawat tetap dirawat, observasi tetap dilakukan. Itu perkembangan saat ini,” sambungnya.
Sementara itu, saat disinggung nasib Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi distributor MBG penyebab keracuan, Ngatiyana memastikan jika operasional SPPG tersebut telah dihentikan sementara.
“Kita berhentikan dulu tidak boleh operasional,” ucapnya.
Sebelumnya, dugaan keracunan MBG terjadi di Kota Cimahi pada Rabu (25/2/2026). Sejumlah siswa dari berbagai sekolah dibawa ke fasilitas kesehatan karena mengalami gejala mual, pusing, muntah, hingga deman usai mengonsumsi MBG.
Selain para siswa, diketahui juga ada beberapa anak balita yang juga menjadi korban. Balita tersebut menerima MBG yang disalurkan melalui Pasyandu. (ziz)












