CIMAHI EKSPRES – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan duka cita mendalam kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas wafatnya seorang prajurit penjaga perdamaian yang bertugas במסגרת Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan melalui akun resmi Instagram @iraninindonesia pada Senin.
Dalam pernyataan itu, pihak Kedutaan Besar Iran juga mengecam keras insiden yang menewaskan personel Indonesia tersebut. Mereka menilai kejadian itu sebagai dampak langsung dari agresi Israel yang terus berlangsung dan disebut mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
“Kami dengan tegas mengutuk tindakan keji ini, yang merupakan akibat langsung dari agresi berkelanjutan Israel, yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat,” tulis pernyataan tersebut.
Iran menegaskan bahwa tindakan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian merupakan perbuatan yang sangat tidak dapat diterima. Serangan semacam itu dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa adanya pertanggungjawaban.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut. Indonesia mendesak agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menjelaskan bahwa prajurit dari Kontingen Garuda tersebut gugur akibat serangan artileri yang terjadi di sekitar posisi pasukan UNIFIL Indonesia. Insiden itu berlangsung di wilayah dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi para penjaga perdamaian di wilayah konflik. Selain itu, kejadian ini juga memicu keprihatinan internasional terkait perlindungan terhadap pasukan yang bertugas menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.*







