Iran Tegaskan Tak Akan Berunding dengan AS Tanpa Perubahan Sikap Washington

CIMAHI EKSPRES – Iran menyatakan bahwa peluang perundingan dengan Amerika Serikat hanya bisa terjadi jika datang dari keinginan Teheran sendiri dan apabila Washington benar-benar menghentikan segala niat yang dianggap merugikan rakyat Iran.

Juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana untuk kembali ke meja perundingan. Ia menyebut keputusan tersebut tidak akan berubah selama sikap AS masih dianggap bermusuhan.

“Perundingan hanya akan terjadi jika itu adalah kehendak kami dan jika niat untuk bertindak melawan rakyat Iran sepenuhnya dihilangkan,” ujarnya.

Zolfaghari juga menekankan bahwa sejak awal Iran telah menolak kemungkinan negosiasi dengan pihak yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik.

“Hingga itu menjadi kehendak kami, tidak ada yang akan kembali normal. Ini hanya akan terjadi ketika niat untuk bertindak melawan rakyat Iran sepenuhnya dihapus dari pikiran kotor kalian,” katanya

Menurutnya, posisi Iran tetap konsisten dan tidak akan berubah, baik sekarang maupun di masa depan.

“Kata pertama dan terakhir kami — sejak hari pertama — adalah kami tidak akan pernah bernegosiasi dengan pihak seperti kalian. Tidak sekarang dan tidak akan pernah,” tutupnya.

Di sisi lain, laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat telah mengajukan rencana berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah dampak yang mulai dirasakan terhadap ekonomi AS.

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa dari kalangan sipil.

Sebagai balasan, Iran melakukan serangan ke wilayah Israel serta target militer AS di kawasan Timur Tengah.

Awalnya, AS dan Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, pernyataan selanjutnya menyebut bahwa tujuan aksi tersebut juga berkaitan dengan upaya perubahan pemerintahan di Iran.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *